Antisipasi Pendangkalan Aqidah dan Menyikapi Aliran Sesat Di Aceh

Edisi                  : Jum’at, 07 Desember 2012
Narasumber  :

Gambar: Ilustrasi

1).Bpk. Tgk. Hamdani (Mewakili MPU Kab. Aceh Utara)
2).Bpk. Tgk. Khairuddin (Mewakili Dinas yariat Islam Kab. Aceh Utara)
3).Bpk. Ustad Danil (Mewakili STAIN Malikussaleh Lhokseumawe)

Presenter :
Kita tau selama ini banyak aliran sesat yang ditemui di aceh, kira kira apa faktor penyebabnya?

Bpk. Khairuddin :
Saya rasa banyak faktor yang terjadi sehingga banyak aliran sesat yang timbul di aceh, kita sudah melakukan sosialisasi sosialisasi ke daerah daerah seperti ke kecamatan supaya jangan sampai terjadi lagi masalah pendangkalan aqidah dan timbulnya aliran sesat di kab. Aceh Utara. Fenomena yang kita lihat sekarang sehingga banyak timbulnya aliran aliran yang menyimpang dari syariat islam bisa jadi disebabkan karena faktor ekonomi, dulu sekitar tahun 90-an aksi kristenisasi kita tau dilakukan oleh orang orang non muslim terhadap orang muslim, tapi sekarang ini yang mengajarkan aliran sesat tersebut dari kalangan kita sendiri, ini yang kita antisipasi, karena kita melihat kerja mereka sudah sangat sistematis dan terpogram mungkin saja ada donatur yang memang mendanai untuk kegiatan pendangkalan aqidah di aceh ini.

Bpk. Danil :
Ada faktor internal dan faktor eksternalnya memang kita sering mengarahkan pada faktor eksternal. Dari faktor internal yang pertama pembinaan aqidah dikalangan internal umat islam baik pada level keluarga, masyarakat dan sebagainya itu perlu ditingkatkan lagi intensitasnya. Yang kedua sesat ini lebih  mungkin lebih fokus pada kesesatan dalam makna kesesatan aqidah. Saya punya riset kecil kecilan terhadap al quran bahwa sesat ini banyak sekali kategorinya, al quran juga mengungkap 191 kali kata yang diterjemahkan sesat disamping kata al khairu, zigrhu, yang khusus ditujukan kepada umat mukmin hanya 6 ayat dari 191 kata tersebut, dan dari 6 ayat ini ada juga ditujukan kepada ummat ummat yang sebelum Muhammad dan kepada orang orang yang membangkang terhadap Muhammad. Kalau kita memperluas supaya lebih konferehensif memahami makna sesat, saya juga tidak mau terjebak juga dalam dialog ini semata mata fokus dibidang aqidah. Al quran mengatakan bahwa hidup dalam kesombongan adalah kesesatan yang sangat jauh, mendahulukan dunia dari pada akhirat kemudian menzalimi orang lain juga tergolong dalam kesesatan, malas beribadah serta ria dalam beribadat juga kesesatan, ini faktor internal terutama pada keluarga yaitu pendidikan, akhlak, aqidah, dalam keluarga, karena ada kesesatan dibidang aqidah, atau perilaku, ekonomi atau mencurangi timbangan, ada kesesatan sosial seperti kesombongan yang menanamkan permusuhan dan pertentangan, dan ada juga kesesatan dalam beribadah di karenakan bukan karena Allah, ini juga kesesatan. Kemudian yang kedua dari faktor eksternal ini adalah pengaruh globalisasi budaya, yang pertana termasuk liberalisme yang hanya disalah paham yaitu hanya sebagai kebebasan baik dalam berpikir maupun dalam bertindak, yang kedua adalah budaya yang bukan menambah orang lebih dekat kepada Allah dan agamanya tapi lebih dekat kepada budaya materialisme itu yang disajikan oleh media cetak, elektronik, bahkan oleh kehidupan masyarakat kita sendiri. Itu saya pikir antara faktor faktor disamping faktor ekonomi, pendidikan bukan tingginya tingkat pendidikan tapi materi pendidikan dan keteladanan yang diberikan menyangkut dengan tiga aspek aqidah, akhlak, dan syariah ini.

Presenter :
Dari faktor internal dan eksternal, kira kira faktor mana yang lebih dominal untuk mempengaruhi hal ini?

Bpk. Danil :
Ini agak sulit kita dedikasikan dan ini perlu riset tapi itu bisa kita melihat dan kalau saya lebih kepada faktor internal, ketika saya masih kecil, dikampung kampung di daerah saya tinggal, setiap habis magrib selalu kita dengar suara pengajian disetiap rumah dan menasah, tapi sekarang anak anak sudah disajikan dengan sinetron, film, dan iklan iklan yang membuat pemirsa tidak pernah mendekat kepada aqidah aqidah. Kemudian juga budaya permisif, dulu orang menggambarkan bahwa watak individualisme itu hidup di kota, tapi di desa hari ini seseorang juga agak sulit untuk menegur anak orang lain bila telah menyimpang dari ajaran agama karena itu bisa dimarahin oleh orang tua sianak tersebut, tapi kalau dulu seorang anak yang ada di desa tersebut adalah juga anak seluruh masyarakat desa tersebut yang bisa saling tegur menegur, ini juga perlu diperhatikan oleh pemerinta masyarakat, pemerintah, dan juga elemen elemen lain untuk bekerja sama dengan baik. Oleh karena itu pelu adanya langkah langkah kultural dan sosial untuk mengantisipasi langkah langkah prefentif dan langkah langkah kuratif bagi orang orang yang sudah menyimpang dan kekerasan bukan cara yang diatur dalam islam.

Presenter :
Kenapa bisa terjadi perubahan yang seperti ini?

Bpk. Danil :
Masing masing orang individualisme itu tawaran kapitalisme, kompetisi individual atau bersaing. Timbul budaya individualisme ini karena melemahnya tingkat solidaritas sosial kalau dlam agama dikatakan ukhuwahantara anak dan orang tua, kita lihat sekarang antara anak dan orang tua kalau hal membantah itu hal biasa tapi kalau dulu dengan isyarat aja orang tua memberikan tanda kepada anaknya dia langsung paham, karena komunikasi orang tua dulu dengan kehalusan dan rasa bukan dengan budaya budaya kasar yang seperti zaman sekarang.

Presenter :
Kita melihat sekarang banyak aliran sesat yang di arahkan ke aceh, kira kira apa yang menjadi target?

Bpk. Hamdani :
Hasil riset yang kita lakukan sejak awal dari masuknya NGO dari luar dengan momen gempa bumi di aceh bahwa ada satu program khusus yang dialamatkan ke aceh oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab dalam rangka mengkaburkan agama dan nilai nilai islam. Kenapa saya katakan demikian, mungkin masih sangat segar dalam ingatan kita ketika maraknya millata abraham, ketika kita melakukan interograsi pada pengikutnya sangat jelas mereka katakan yang membonceng mereka adalah NGO luar, dan ini juga sudah kita bicarakan langsung dengan Kapolda aceh pada saat itu pak Iskandar Hasan dan beliau malah mendapatkan rekening khusus dan beliau juga mengatakan satu NGO besar yang berada di belahan dunia tertentu yang bisa dikatakan adalah kaki kaki tangan yahudi, sehingga ketika itu ada beberapa elemen yang kita masuk yang pertama mahasiswa yang ada di lhoksukon mahasiswa dari Unsyiah, beliau juga mengatakan bahwa mereka menanamkan idiologi kepada seseorang itu diluar aceh yaitu disebuah hotel berbintang lima di medan. Yang menariknya ketika seseorang senior yang sudah dipercayakan oleh mereka maka akan diberikan sebuah riword yang sangat luar biasa, katakanlah di faktor ekonomi dan mereka bahkan mendapatkan sampai 10 juta kalau yang baru baru sekitar 3 juta, inilah yang diberikan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab tadi supaya misi mereka berhasil di aceh. Ada satu hal lagi yang sangat mereka khawatir karena melihat ada sesuatu kekuatan yang sangat luar biasa di aceh yang belum mampu mereka deteksi dengan jelas dan itu adalah pendidikan dayah, oleh karena itu juga ada misi dari mereka yang coba dilakukan untuk merekrut orang dayah. Mungkin hal ini juga sudah menjadi rahasia umum ketika seorang pimpinan pesantren di Matang Glumpang Dua terpengaruh terhadap ajaran ajaran yang diberikan oleh kelompok tersebut, sehingga ada indikator bahwa untuk menghantam aceh untuk menggolkan program pendangkalan aqidah di aceh adalah dengan mengambil anak anak aceh ini yang harus kita waspadai. Seingat saya maraknya terjadi aliran sesat di aceh itu di awal awal setelah terjadinya gempa bumi dan tsunami di aceh. sekarang kita sudah lahir tim Pakem yang menjadi lading sektornya adalah Kejaksaan, ini adalah tim yang dibentuk oleh kejakaan atas perintah utusan pusat, unsur yang terlibat didalamnya adalah MPU, Dinas Syariat Islam, Kepolisian dan TNI, tim ini dibentuk ditingkat provinsi sampai ke kabupaten / kota, kesimpulan yang saya dengar dari teman yang sedang mengikuti rapat di kajari juga akan dibentuk ditingkat kecamatan, ini adlah salah satu rangka untuk mengantisipasi untuk mereka yang bergerak di bawah tanah, mereka sangat rapi dan juga lambat tapi pasti. Contoh kasus yang terjadi di plimbang kab. Bireun, ketika Alm. Pimpinan MPU Bireun sudah mendapatkan sebuah kesepakatan untuk menghentikan aktifitas yang dianggap menyimpang dari nilai nilai dan ibadah ibadah dalam yang pastinya adalah aqidah dan ajaran tersebut menghilang sekitar hampir setahun, kemudian muncul lagi sehingga ada reaksi dari masyarakat yang berakibat pada tindakan anarkis sehingga kehilangan nyawa ini yang sangat kita sayangkan, kenapa ini muncul ini yang harus kaji kembali. Maka tidak heran yang menjadi musuh kita hari ini adalah kawan, sahabat, bisa jadi keluarga, ini yang perlu kita sikapi dan hati hati terhadap pergerakan yang mereka lakukan apalagi mereka meiliki dana yang sangat luar biasa, cara yang mereka lakukan juga dengan memanfaatkan orang aceh sendiri di berbagai segi baik ekonomi dan sebagainya. Kasus di Melaboh yang sangat menarik kita kaji ketika program program Pendidikan Anak Usia Dini yang diajarkan dengan lagu lagu, inilah cara cara yang dilakukan menurut siapa audien yang menerima langkah sedihnya malah ada orang tua yang tidak tau ketika anaknya menyanyikan haliluya. Ini perlu adanya sosialisasi yang menyeluruh di aceh, Alhamdulillah kita MPU aceh utara sudah melakukan sosialisasi yang bekerja sama dengan pihak kepolisian dan baru baru ini dinas syariat islam juga sudah melakukan sosialisasi yang bekerja sama dengan MPU dan kedepan saya rasa program ini harus menjadi prioritas, khususnya aceh utara dan kota lhokseumawe hari ini harus meningkatkan program peningkatan spiritual masyarakat untuk menjadi program prioritas, selama ini program pemerintah selalu kita dengar masalah pembangunan, sehingga kita lupa kalau aqidah masyarakat kita hilang maka ini adalah suatu marabahaya yang terjadi pada masyarakat aceh.

Presenter :
Dari hasil penelitian yang anda lihat, siapa siapa sebenarnya yang menjadi pengikutnya, apakah memang mereka yang pendidikannya terpengaruh terhadap ekonomi, atau memang bagaimana?

Bpk. Hamdani :
Ketika kita siasat orang orang yang masuk aliran ini adalah mereka yang berpendidikan, tapi kalau mereka yang awam tentang pendidikan kita tidak akan terkejut karena mereka hanya mengikut saja tidak akan melakukan pengkajian yang mendalam, tapi kalau mereka yang berpendidikan akan memikirkan lebih dalam lagi, apakah ini dijadikan sebagai metode untuk bisa mereka lakukan program pendangkalan aqidah di aceh. saya rasa demikian dari riset kami tapi kalau secara jelasnya kami belum dapat.

Presenter membaca SMS Mitra SaPa :
“Assalamu’alaikum wr, wb,,, saya dari warga Seunudon, salam bpk2 Yth, Apa langkah yang di tempuh untuk meminimalisir aliran ini pak, karena kita lihat makin lama makin parah”

Bpk. Khairuddin :
Sebenarnya semakin banyak tantangan maka akan semakin teruji kualitas kita, kalau ada hal hal yang semacam ini maka sasaran tembaknya adalah Dinas Syariat Islam, padahal kewajiban untuk menyelamatkan aqidah adalah kewajiban kita bersama ini yang harus kita pahami, kita mulai dulu dari scup yang paling kecil yaitu orang tua/keluarga seperti yang dikatakan oleh Tgk. Hamdani tadi, kadang kadang orang tua sekarang kurang peduli terhadap pendidikan anak, sekarang orang tua mengantar anaknya kesekolah yang penting dia sudah sekolah, tapi apa yang di dapatkan anaknya di sekolah tidak pernah lagi di evaluasi, sehingga tidak ada lagi filter dalam keluarga dan mungkin ini juga penyebab kurangnya rasa hormat anak terhadap orang tua.

Presenter membaca SMS Mitra SaPa :
“andi di Cunda,,, Assalamu’alaikum wr, wb ,,, apa kelemahan kita kok bisa aliran aliran sesat muncul di daerah daerah kita”

Bpk. Hamdani :
Satu segi tadi sudah disebutkan oleh Tgk. Danil bahwa selama ini kita hidup secara individual ini salah satunya yang menyebabkan pergeseran nilai dalam masyarakat aceh, kehidupan keindividual ini juga dipicu karena kekhawatiran ketika masyarakat bertindak untuk menegur anak orang lain karena selalu dibayang bayangi oleh UU Perlindungan Anak begitu juga dengan HAM ini juga suatu masalah, kalau dulu orang aceh sangat menjaga lingkungannya tapi hari ini kita sudah hidup apatis dan nafsi nafsi. Di sisi lain orang tua malah begitu berani menuntut orang yang telah menegur anaknya, nilai nilai kekeluargaan dan kemasyarakatan telah hilang di tengah tengah kehidupan kita. Oleh karena itu bagi kita yang berpikir dan yang prihatin terhadap kondisi aceh sekarang, inilah saatnya kita berbuat jangan lagi menyalahkan pihak pihak lain, tapi apa yang telah kita perbuat untuk agama. Saya juga telah mengkaji beberapa kali tentang HAM, pelaksananya saja mengakui apa yang sedang kita laksanakan hari ini, secara institusi kita bertentangan ketika kita melaksanakan syariat islam dan mereka mengakui, syariat islam di aceh saat ini hasil kontruksi masyarakat dan ini memiliki perjuangan yang panjang bukan diberikan begitu saja, salaha satu aceh damai karena ada butir pelaksanaan syariat islam secara kaffah di aceh, ini harus dipahami, klau hal hal ini dipaksakan maka akan melanggar hak hak orang aceh dan HAM orang aceh juga melanggar, jadi HAM itu tidak selamanya berlaku untuk semua orang atau semua tempat.

Presenter membaca SMS Mitra SaPa :
“Assalamu’alaikum wr, wb,,, dari Abu di Nisam,,,,dulu setiap sudut ada pengajian tiap malam sekarang malah konser yang marak, kita ada dinas syariat islam, MPU, dan juga DPR yang mengawasi bidang agama, apa kejadian selama ini yang makin berkembang tidak menjadi pukulan dan PR bagi mereka yang digaji oleh rakyat sehingga masyarakat bisa terpengaruh dan sesat, kenapa mereka bisa lalai sampai ada aqidah rakyat yang tergadaikan”

Bpk. Khairuddin :
Kemajuan teknologi yang ada saat ini jangan sampai menjauhkan kita dari nilai nilai agama, sekarang ini klau kita lihat di kota lhokseumawe dan aceh utara mungkin sudah banyak anak muda yang sudah mentuhankan laptop karena dimana mana sekarang sudah ada WiFi. Ini terjadi juga karena minimnya faktor perhatian atau pengawasan orang tua. Seperti masalah konser atau ada apa saya pikir itu tidak masalah, selama memang di atur dengan kondisi yang ada pada masyarakat kita sekarang.

Presenter membaca SMS Mitra SaPa :
“Dari Mahasiswa STAIN, Assalamu’alaikum wr, wb,,,, bpk2 Yth, banyak sebab yang membuat orang sesat yang paling dominan adalah faktor ekonomi dan kesejahteraan, kalau kita kaitkan dengan ilmu yang dimiliki malah yang paranh adalah orang yang terpandang akademisi dan figur figur yang mendekati kharismatik, ada apa dengan aceh ini”

Bpk. Danil :
Saya malah kurang sependapat kalau penyebab ini disebabkan oleh faktor luar baik kristenisasi atau apa saja, itu menimbulkan dua kerugian kita, yang pertama, kita akan membentuh sebuah gerakan untuk menghadang orang dan pada saat yang sama kita akan sama membina generasi generasi kita karena fokusnya kita keluar walaupun itu penting, karena antisipasi faktor eksternal juga penting dan antisipasi faktor internal juga lebih penting. Yang kedua, dalam al- quran sendiri setelah Allah menceritakan soal kesesatan Allah juga cerita tentang penyebabnya, faktor internal 75%, contoh kebodohan itu penyebab kerusakan, kemudian mengagumi diri sendiri dan sulit menerima ilmu dari orang lain. Yang ketiga sombong, yang ke empat faktor kesejahteraan. Yang kedua ada faktor eksternal, dalam al quran disebutkan setan atau menjelma dan bukan makhluk artinya orang orang yang sesat atau budaya budaya yang menyesatkan aqidah akhlak itu juga wujud dari watak setan. Kemudian yang mungkin perlu perhatian kita semua adalah menyelesaikan setiap yang sesat, penyeliti menyebutkan ini bukan sesat tapi Gerakan Agama Baru terlepas mungkin itu bisa diperdebatkan. Fenomena ini tidak bisa hanya dilihat hanya dengan kaca mata agama karena ini fenomena sosial jadi harus ada perspektif sosiologinya, politik, dan ekonomi, supaya kita lebih konfrehensif tentang fenomena ini yang terjadi secara tiba tiba yang perlu bukti yang cukup akurat, yang lebih bermanfaat kita menunjuk diri kedalam supaya kita punya kesempatan lebih banyak untuk memberikan konseptasi memperbaiki diri kita, anak di sekolah bahkan di kampus misalnya seorang ibu bisa menyuruh anaknya untuk membaca bukan si anak asik dengan sinetron supaya keteladan itu jangan sampai hilang walaupun selama ini demikian bahkan semua pihak. Dalam suatu idiologi dinyatakan orang pindah dari suatu keyakinan keidiologi yang lain, karena idiologi yang diyakini tidak bisa memberikan apapun untuk memecahkan masalah sedangkan orang lain menawarkan ekonomi kepada ummat kita, kita sendiri malah mengabaikan lalu kita menyalahkan korban, inilah pola pola analisis yang sangat naif hal ini juga harus diperbaiki supaya kita bisa menemukan akar dari masalah. Seperti pertanyaan yang pertama tadi, apa yang terjadi? Maka kita baru akan melakukan fatwa dan sebagainya, itu penting tapi fatwa tidak memecahkan masalah tapi fatwa hanya menentukan status sebuah fenomena dalam sebuah sudut pandang keagamaan, untuk memecahkan masalah saya kira perlu kerjasama dengan pihak pihak lain.

Presenter :
Apa saran dan harapan anda?

Bpk. Hamdani :
Dlam rangka penanggulangan aliran sesat sudah saatnya para orang tua, masyarakat, pemimpin, dan individu, untuk melihat lebih jeli apa sebenarnya yang terjadi di aceh, ketika sudah mampu mendeteksi akar permasalahan apa yang harus kita lakukan karena kalau semua elemen ini tidak bersatu saya rasa tidak akan terwujud apa yang kita inginkan.

Bpk. Khairuddin :
Harapan kami kalaupun ada perbedaan antara kita ditengah tengah masyarakat mari kita sama sama kita sikapi secara arif dan bijaksana tanpa menghakimi pihak manapun, karena negara kita adalah negara hukum jadi mari kita selesaikan melalui jlan hukum, sehingga tidak menimbulkan dari satu kasus kemudian merembes menjadi beberapa kasus.

Bpk. Danil :
Membiarkan orang berpikir bebas dan bertindak bebas sesuai dengan selera dalam bidang agama ini sangat bahaya, dan membungkam bila ada pikiran pikiran yang kreatif atas nama kesesatan itu juga membahayakan oleh karena itu kita harus moderat. Yang kedua sebagaimana amanat Rasulullah perlu gerakan kultural, sosial, struktural, baik pemerintah, ulama, akademisi, dan lebih lagi masyarakat, bekerjasama untuk mengantisipasi ke internal ummat islam di aceh, karena orang tidak shalat bukan sejak NGO masuk ke aceh tapi dari dulu memang sudah ada begitu juga dengan togel, judi, dll. Kerjasama ini penting dan fokus kerjanya untuk memperkuat DNA / aqidah orang aceh begitu juga dengan keteladanan dibidang akhlak.

About these ads

2 tanggapan

  1. Where did u get the ideas to create ““Antisipasi Pendangkalan Aqidah dan Menyikapi Aliran Sesat Di Aceh | SaPa 96 FM”?

    Thanks for your time ,Rhoda

    Maret 5, 2013 pukul 9:42 am

    • sapa96fm

      of teamwork
      Thank you for visiting

      Maret 20, 2013 pukul 6:34 pm

Jika Anda Cerdas, Tulis Komentar Anda!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.451 pengikut lainnya.